Bentuk PPKS, SMK Swadaya Semakin Serius Kembangkan Karir Siswa

Selasa (5/10) lalu SMK Swadaya laksanakan Workshop Pengimbasan Pusat Pengembangan Karir Siswa (PPKS). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Bantuan Kemitraan dari Direktorat Vokasi, setelah sebelumnya dilakukan Workshop Jejaring yang telah menghasilkan penandatanganan MoU kerjasama dengan beberapa Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA).

Agenda Workshop Pengimbasan PPKS ini dihadiri oleh Kepala SMK Swadaya Temanggung, Pengawas SMK, ketua masing-masing kompetensi keahlian, guru BK, dan pengurus BKK SMK Swadaya, serta Ketua BKK dari 10 sekolah imbas. Kesepuluh sekolah imbas tersebut adalah SMK Muhammadiyah Temanggung, SMK Dokter Sutomo, SMK HKTI, SMK NU, SMK Ganesha Satria, SMK Bhumi Phala, SMK Eyzzul Moslem, SMK Jendral Bambang Soegeng, SMK Anwarushsholihin, dan SMK Muhammadiyah Ngadirejo.

Kepala SMK Swadaya Temanggung memberikan sambutan yang pertama sekaligus membuka acara Workshop Pengimbasan PPKS ini. Dalam sambutannya H. Muhasyim, S.Pd. menyampaikan bahwa. dengan dibentuknya PPKS ini, pelayanan pengembangan karir ini tidak hanya fokus pada siswa kelas XII namun sudah dimulai sejak kelas X untuk pendataan minat bakat hingga kelak sudah jadi alumni. Dengan begitu, para alumni pun bisa menjadi klien jika memang membutuhkan bantuan untuk pengembangan karir. Yang kedua, penelusuran dan pengembangan karir ini menjadi bagian   tugas dan tanggungjawab guru BK, sehingga ke depan guru BK harus banyak terlibat kerja-kerja nyata dalam program PPKS. 

“Dengan adanya PPKS ini, menegaskan kembali tugas BKK yang sudah ada sebelumnya. BKK ke depan harus mencari dan memiliki data jumlah pencari kerja dan jumlah yang sudah bekerja, melanjutkan sekolah, ataupun wirausaha.” Ungkap Muhasyim, S.Pd.

“Maka, nantinya perlu dibentuk kelompok alumni profesi yang terbagi menjadi tiga golongan yaitu bekerja, melanjutkan, dan wirausaha. Hal ini bertujuan agar para alumni bisa memberikan simbiosis mutualisme kepada adik-adiknya di almamater SMK Swadaya melalui PPKS sebagai tangan panjang sekolah.” Lanjutnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Pengawas SMK, Suratman S.TP. M.P . Dalam sambutannya, Suratman S.TP. M.P menyampaikan bahwa kehadiran PPKS ini merupakan sebuah keharusan bagi SMK agar peran sekolah tak hanya sekedar mendidik dan meluluskan siswa, namun lebih fokus pada pengembangan karir siswa. Tak hanya itu, penting juga melakukan penelusuran lulusan agar diketahui dengan pasti output dari sekolah tersebut, mengingat para lulusan tak hanya bekerja, namun ada yang melanjutkan kuliah dan berwirausaha, imbuhnya. Hal ini selaras dengan yang disampaikan narasumber, Ibu Sumarni selaku Konsultan Direktorat Mitras DUDI bahwa pembentukan PPKS adalah sebagai salah satu upaya revitalisasi SMK sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Masih dalam paparan materi yang disampaikan melalui Zoom Meeting oleh Direktorat Mitras DUDI, ada empat tugas pokok dan fungsi PPKS yaitu persiapan, penguatan, penempatan, dan penelusuran. Tahap persiapan dilakukan dengan mengenali minat bakat dan kemampuan diri serta informasi tentang pilihan karir yang tersedia dalam pendidikan kejuruan yang diambil. Tahap penguatan, dengan mengembangkan pengetahuan keterampilan dan sikap seusai kesempatan kerja dan pilihan karir yang tersedia. Tahap penempatan, dengan mempersiapkan penempatan bagi peserta didik setelah lulus SMK. Serta, tahap penelusuran dengan melihat kesesuaian antara perencanaan karir dengan kenyataan yang dijalani siswa setelah lulus.

Hari berikutnya (6/10), agenda dilanjutkan dengan pembentukan struktur pengurus PPKS. Pembentukan struktur pengurus ini dipimpin oleh Kepala SMK Swadaya Temanggung. Setelah mendapatkan pengarahan dari kepla sekolah dan dilakukan diskusi forum, secara aklamasi, telah dipilih Rokhayati, S.Psi sebagai Ketua PPKS SMK Swadaya Temanggung. Dalam tugasnya nanti, ia akan dibantu oleh lima bidang kerja meliputi bidang pengenalan minat bakat siswa, bidang pengembangan kompetensi, bidang pengembangan karakter, penempatan siswa (BKK), serta bidang penelusuran tamatan dan database.

Dijelaskan dalam wawancara oleh Drs. Hery Supriyanto, S.Kom. selaku Waka Manajemen Mutu sekaligus pelaksana Program Bantuan Kemitraan, bahwa PPKS memiliki cakupan lebih luas dari Bursa Kerja Khusus yang sudah ada sebelumnya. PPKS menyasar siswa sejak tahun pertama di SMK dengan penelusuran bakat minat dan kemampuannya, sementara BKK merupakan pelaksana teknis dari bidang penempatan siswa.  Hery berharap, melalui pengimbasan yang telah dilakukan, kesepuluh sekolah imbas dapat mengambil informasi dan segera membentuk PPKS di sekolah masing-masing demi pengembangan karir siswa yang lebih optimal. (Nacan)

61 13 Oct 2021