Tingkatkan Kualitas Guru, SMK Swadaya Gelar IHT

Jumat (22/10/2021) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swadaya Temaggung menggelar acara In House Training di gedung serba guna lantai 2. Rangkaian kegiatan IHT dimulai pukul 07.00 hingga 14.50 WIB. IHT tahun ini mengusung tema “Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Penerapkan Model Pembelajaran Project Besed Learning.”
  H. Muhasyim S,Pd., Kepala Sekolah SMK Swadaya Temanggung menyampaikan, kegiatan ini adalah upaya sekolah untuk meningkatkan kemampan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berfokus pada aktivitas siswa. “Era Industri 4.0 menuntut para lulusan memiliki kompetensi abad 21 yang sering disebut 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity and iInovation), maka untuk menunjang hal tersebut para guru harus bisa menghadirkan pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan daya nalar kritis, kreativitas, kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa.” Tambah H. Muhasyim.
IHT yang merupakan agenda rutin tahunan ini diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran baik dari kelompok normatif, adaptif, maupun produktif. Sejumlah 56 guru hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan antusias, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara staff Tata Usaha hadir pada acara pembukaan, dan selanjutnya membantu keberlangsungan acara dengan tugas masing-masing yang sudah dibagi.
Suratman S.TP, MP., Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah VIII sekaligus pemateri dalam IHT tahun ini mengungkapkan model pembelajaran Project Besed Learning adalah metode yang sangat tepat digunakan saat ini apalagi di jenjang SMK. Meskipun, tidak menampikkan model pembelajaran yang lainnya, namun model ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya: meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa untuk membuat proyek, meningkatkan kolaboratif atau peran kerjasama kelompok di setiap siswa , mengembangkan kemampuan siswa dalam merencanakan proyek, dan mengembangkan sikap gotong royong, hidup demokrasi serta rasa tanggungjawab tinggi.
“Dalam penerapan model pembelajaran Project Besed Learning, siswa dihadapkan dengan pertanyaan esensial yang mengacu pada masalah konkret, lalu diajak untuk mencari solusi, dan mengerjakan proyek dalam tim untuk mengatasi masalah tersebut.” Ungkap Suratman.
Dalam kesempatan itu, Ia juga menyampaikan bahwa Project Based Learning atau yang sering disingkat PJBL bisa dilakukan dengan menggabungkan beberapa mata pelajaran. Selain itu, PJBL juga bisa diterapkan dengan berbasis order. 
“PJBL berbasis order bisa diterapkan di mata pelajaran produktif. Misal, Kompetensi Keahlian Tata Boga mendapatkan pesanan makanan. Nah pesanan tersebut bisa diselesaikan oleh siswa melalui pembelajaran model PJBL.”
Jeki Wulandari, S.Pd., ketua panitian kegiatan ini mengungkapkan pelaksanaan IHT tahun ini tidak hanya berdampak kepada guru dan sekolah, tetapi juga kepada para siswa melalui transformasi pembelajaran yang lebih menerapkan prinsip berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). 
“Output dari kegiatan ini selain guru mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan membuat serta menerapkan PJBL dalam pembelajaran ke depan, juga berupa RPP PJBL yang nantinya akan didokumentasikan guna memenuhi persyaratan rapor penjaminan mutu sekolah. Bagian kurikulum akan mengoreksi satu persatu RPP yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembinaan selanjutnya” pungkasnya. 
Dari RPP yang dibuat oleh guru, metode PJBL terlihat sangat menarik digunakan dalam pembelajaran. Misal, di mata pelajaran Administrasi Pajak pada program keahlian AKL, dalam RPP tersebut, terlihat siswa diajak melihat persoalan negara tentang pajak. Mereka diminta menganalisis kemudian menuangkan dalam bentuk karya tulis.
Di program Teknik Komputer Jaringan, siswa diajar dengan metode PJBL berbasis order. Siswa diajak langsung menangani proyek pemesanan internet. Pun demikian pada program keahlian Tata boga. Siswa diajarkan langsung menangani proyek pemesanan roti oleh pelanggan.
“Pada Jurusan Bisnis daring dan pemasaran, anak diajarkan untuk menganalisis barang dan pasar. Kemudian mereka akan menjual barang yang telah ditentukan. Jurusan Otomatisasi tata Kelola perkantoran, mereka diperlihatkan pada dunia kerja langsung dengan melihat ruang tata usaha kemudian mereka akan membenahi apa yang masih kurang.” Tambahnya. 


55 26 Oct 2021