MASA PANDEMI, PEMBINA AKS SELEKSI 349 SISWA JADI PENGURUS

Pandemi Covid 19 tidak lagi menjadi penghalang sekolah dalam aktivitas pendidikan karakter bagi anak didiknya. SMK Swadaya Temanggung tetap laksanakan seleksi Aktivis Kegiatan Sekolah (AKS) di tahun kedua Pandemi Covid 19. Langkah ini merupakan upaya agar kegiatan positif bagi siswa tetap berjalan. Menurut Koordinator Pembina AKS, Niken Ika Destiana, S.Pd, perekrutan AKS ini sangat penting karena selama ini AKS menjadi garda depan penanaman pendidikan karakter pada seluruh siswa SMK Swadaya Temanggung.
“Setelah mendapat arahan dan persetujuan dari Kepala Sekolah, kami mengambil langkah cepat untuk melakukan sosialisasi AKS dilanjutkan dengan proses seleksi pada siswa yang telah memilih salah satu AKS pada saat sosialisasi.” Terang Niken.
“PPKM Kabupaten Temanggung sudah turun ke level 3 sehingga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas bisa dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Artinya, kehadiran AKS ini sangat penting untuk mempercepat penanaman pendidikan karakter, apalagi setelah dua tahun terakhir anak-anak hanya belajar di rumah. Harapannya, para pengurus AKS akan menjadi contoh bagi teman-temannya yang lain, agar karakter itu tertanam di jiwa mereka.” Tambahnya.
Sebanyak 349 siswa mendaftar dan memilih satu di antara lima unit AKS yang tersedia. Dengan rincian sesuai urutan yang paling diminati, OSIS 168 pendaftar, PMR 109 pendaftar, Pramuka 40 pendaftar, PKS 32 pendaftar dan MT 29 pendaftar. Seleksi dilaksanakan secara bertahap dan terbatas agar tetap sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Dimulai pada 14 September dan berakhir pada 16 Oktober, tahap seleksi dilaksanakan sesuai yang telah ditentukan Pembina masing-masing AKS. Masing-masing AKS memiliki tahapan seleksi yang berbeda-beda. Unit OSIS terdiri dari empat tahap seleksi, sementara unit PKS, MT, Pramuka dan PMR terdiri dari tiga tahap seleksi.
Jenis seleksinya pun beragam sesuai ciri khas masing-masing AKS. Di unit PMR, ada seleksi kesehatan, fisik, dan materi kepalangmerahan. Di unit Pramuka ada seleksi terkait materi kepramukaan. Di unit PKS ada 12 gerakan lantas. Di unit OSIS ada seleksi public speaking dan bedah film. Sementara di unit MT ada seleksi tilawatil Quran dan adzan khusus laki-laki. Tahap seleksi yang ada di setiap unit AKS adalah wawancara, yang bertujuan untuk menggali latar belakang dan pengalaman organisasi hingga kemantapan terhadap AKS yang dipilih.
“Siswa yang tidak lolos seleksi pada unit AKS pilihannya, kami beri kesempatan untuk mengikuti seleksi unit AKS lain. Ini untuk mendukung kebijakan sekolah bahwa pengurus kelas haruslah dari AKS. Kenapa harus AKS? Karena mereka dibentuk untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.” Ungkap Niken.
Setelah melalui rangkaian seleksi, diperoleh hasil sebanyak 124 siswa sebagai pengurus AKS dari kelas X dan sebagian kecil kelas XI. Jumlah tersebut terdiri dari 28 pengurus OSIS, 20 pengurus PMR, 31 pengurus Pramuka, 22 pengurus PKS dan sisanya merupakan pengurus Majelis Taklim. (Nacan)

57 26 Oct 2021